MLD 12 - Kepercayaan

1981 Words

Shazia ke ruang tengah membawakan teh hangat untuk dirinya dan Azril. Dia membiarkan pria itu menjelajahi apartemennya setelah sarapan. Kejadian sebelum sarapan membuatnya sekarang tidak tahu harus berkata apa. Itu semua di mulai dari rasa harunya bericara dengan ibunya Azril dan sekarang perasaannya meledak-ledak hanya karena satu orang yang kembali berhasil memporak-porandakan hatinya. Shazia menoleh ketika terdengar suara benda jatuh dibelakang. Ternyata Azril menjatuhkan bingkai foto yang ada di atas meja. “Maaf, tanganku licin.” “Sini, minum teh.” Panggil Shazia. Azril mengangguk, dia memperbaiki bingkai foto itu lalu mendekati Shazia. Dia duduk di sofa sementara, Shazia pindah duduk di atas karpet bulu yang ada di bawah. “Kenapa pindah?” “Biar kamu enak duduk di atas.” Jawab Sha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD