Chapter 39 - Will you merry me?

863 Words

Malam harinya, Azril sampai ditempat kejutan terkahir yang akan dia lakukan sebelum pulang ke indonesia. Azril mengajak Shazia ke London Eye, di sana mereka berjalan kaki sembari memegang segelas cokelat panas. Shazia memegang erat tangan Azril, mereka sesekali saling mengeratkan genggaman lalu betatapan dan saling melemparkan senyum. Shazia merasa hatinya mengembang, dia ingin terus berada di dekat Azril dan selalu menempel kepadanya. Azril berhenti dan memperbaiki kupluk jaket Shazia yang sedikit longgar. “Kalau longgar bilang ya, nanti kamu kena flu kalau penutup kepalanya nggak rapat.” “Iya, pantas dari tadi telinga aku dingin. Kapan sampainya?” tanya Shazia. Azril kembali menatap kedepan, “Sebentar lagi.” Mereka sedang berjalan kaki untuk menaiki biang lala, sebenarnya mereka saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD