Azril langsung menyamakan langkah dengan Shazia. Dia menahan lengan Shazia ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar hotel mereka. Azril menegang ketika melihat Shazia berjalan ke arah koper. Dia pikir Shazia akan pergi tetapi dia malah melemparkan baju kaos ke arahnya. Azril memakainya tanpa mengatakan apapun, setelah memakai baju dia kembali menatap Shazia yang masih bediri di tempatnya. “Zi, aku dan Rona…” Shazia langsung menatap Azril tepat di kedua matanya. “Oh, jadi namanya Rona. Bagaimana malam kalian? Panas? atau menyenangkan sampai kau tidak memakai bajumu keluar?” “Zi, tolong. Kamu salah paham, aku sama sekali tidak melakukan apa-apa.” jelas Azril. Shazia menatap Azril tidak percaya, “Lalu apa yang harus aku pikirkan, hah? Kamu tidak memberi kabar seharian dan aku menemukanm

