Maafkan Aku

1497 Words

Hidup selalu memberikan sebuah pilihan. Dan terkadang pilihan itu mengerucut pada dua pilihan yang sulit. Pada dua pilihan itu, tentu saja masing-masing pilihan memiliki resikonya sendiri-sendiri. Semakin sulit untuk memutuskan sesuatu, maka semakin besar pula keraguan yang ada dalam sanubari. Hal itu sudah pasti sangat dirasakan oleh Daffa yang terlihat bimbang dan tidak bersemangat lagi. Raut wajahnya sudah tidak ada cahaya kegembiraan lagi, dan bahkan selama di perjalanan, ia hanya bisa terdiam dengan tatapan yang kosong. Kedua orangtuanya pun juga tidak berani menegur atau mengeluarkan sepatah kata pun, karena mereka tahu betul jika anak semata wayangnya sedang kalut dan tidak ingin diganggu. Sesampainya di rumah, Daffa langsung menuju ke kamarnya tanpa memedulikan orang-orang yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD