Odec bersedekap melihat serius pada saudara kembarnya. “Kamu pikir teman-temanku tidak akan menertawakan aku? Mereka tidak hanya menertawakan aku. tapi juga akan mengejekku karena aku bersama dengan Oneil, padahal di sekolah aku disukai oleh si tampan ketua osis kita itu dan aku malah memilih si culun itu,” kata Odec sebal. “Lalu, kita harus bagaimana, Odec? Aku juga tidak mau kalau sampai nanti kita lulus sekolah dan melihat Paradise menikah dengan Oneil sedangkan kita menjadi pembantu mereka.” “Kita sepertinya harus mendengarkan apa kata ibu, kita harus bisa mendekati Oneil, kita hanya pura-pura saja, Odec.” “Walaupun pura-pura, membayangkan menjadi kekasih Oneil saja aku tidak mau apalagi menjadi istrinya kelak.” “Tapi kita harus lakukan demi masa depan indah kita nantinya.” Mereka

