Keputusan Yang Salah Tapi Tepat

1450 Words

Yoona membaringkan tubuh di atas tempat tidur. Rasanya dia seperti kembali pada masa lalu. Pertama kali dia berada disini, setelah satu hari kepergian Ibunya. Bibi dengan suka hati menerima keadaan Yoona dan bersedia merawatnya penuh kasih sayang. Sejak menginjak bangku SMA, Yoona memilih tinggal di Seoul, berbekal uang asuransi Ibu, dia tinggal seorang diri. Tentu saja dia juga menyempatkan diri untuk bekerja paruh waktu guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Betapa mandirinya Yoona sejak remaja.  Yoona selalu mengharapkan kehadiran Ayah, sudah beberapa tahun meninggalkannya seorang diri. Tidak ada kabar sama sekali. Dia masih hidup atau mati—pun Yoona tidak pernah tahu. Dia sangat merindukannya. Kalaupun dia sudah memiliki keluarga baru bahkan seorang anak—lagi, Yoona masih mau menerima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD