Hatiku tertusuk duri tajam Akan indahnya cinta bagaikan setangkai bunga mawar Beberapa kali aku menyingkirkan duri Begitu banyak yang kuterima sebagai balasannya *** Awal Dari Kebohongan Julian duduk di depan laptop dengan perasaan tidak nyaman. Ada hal yang terus-menerus mengusiknya. Jam di dinding telah menunjukkan pukul sebelas lebih lima belas menit. Dan, ia masih terjaga di malam hari. “Hmm, sulit juga rupanya.” Gumamnya lagi. Tidak tahu kepada siapa mencurahkan isi hati. Terpikir olehnya untuk mempostingnya di dunia maya. Hingga jemarinya mengetik sebuah alamat website tempat teman-teman kampus menyampaikan keluh kesah di sana. Tentu saja melalui akun yang dimilikinya. ‘Aku tahu kamu menyayangi pemuda itu, Dik. Hanya saja kita berbeda. Resus darah, negara asal kita dari Bela

