Satu Tanda Tanya

1995 Words

Detik berganti menit berlalu Tanpa terasa waktu telah merenggut bahagiaku Sebuah perpisahan akan sosok terkasih Meninggalkanku seorang diri *** Satu Tanda Tanya Lima tahun kemudian Rein masih membaringkan kepala di kasur empuk. Matanya melirik jam weker di atas meja. Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Sebenarnya hari ini Rein ingin meliburkan diri. Raganya sedikit lelah karena beberapa hari terus memaksakan diri untuk bekerja sampai larut malam. “Sudah waktunya bersiap-siap kerja.” Walaupun terasa malas harus segera bersiap. Daripada nanti terjebak macet di jalan. Rein sempat heran dengan keadaan lalu lintas Bali hampir sama seperti Jakarta. Selalu saja macet setiap melewati jalan utama. Apalagi di waktu hari bekerja seperti sekarang. Rein masih berbaring di kasur. Tanpa ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD