Apartemen baru

1023 Words

"Kekasih yang selalu mas sebut namanya saat tidur, kekasih yang mas kira, aku itu adalah dia!" Hera mengatakan itu dengan berlinang air mata. "Su..sudah malam mas, sebaiknya kita tidur," ujarnya lalu naik di atas tempat tidur dan membelakangi King yang masih termangu diam mendengar penuturan Hera. Ia ingin menjelaskan semuanya kepada Hera namun lidahnya terasa kelu. Apalagi surat perjanjian pranikah itu sudah jelas-jelas membatasi gerak-geriknya. King tiba-tiba merasa mengantuk, ia pun membaringkan tubuhnya dan memeluk Hera yang memunggunginya dengan erat, lalu tertidur dengan pulas. Sementara Hera, masih bersedih mengingat ia yang hanya bisa mencintai King dalam diam. Hanya butuh beberapa detik, King sudah tertidur dengan pulasnya. Pelan-pelan Hera berbalik badan menghadap suaminya t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD