Di acuhkan oleh Juan, Danu yang duduk di kursi Juan tampak kesal dan geram. Dia menurunkan kakinya dan menarik nafas dalam. "Kau masih dengan angkuhnya ya, Juan!" seru Danu. Masih tidak ada tanggapan dari Juan, Danu semakin kesal. Dia berjalan menghampiri Juan yang duduk di sofa. "Kau harus tandatangani ini! Perusahaanmu sudah di ambang bangkrut!" Danu melempar berkas di meja hadapan Juan. Juan masih terdiam, melihat majalah di tangannya. Dia semakin membuat Danu geram dan mengambil majalah di tangan Juan. Melemparnya dengan penuh tenaga. "Kau semakin buruk, dalam menyambut tamu ya Juan!" teriak Danu. Juan mengangkat sebelah alisnya, dia bahkan meminum kopi di cangkirnya. Tanpa menghiraukan Danu. Danu masih kesal akan tingkah Juan yang masih bisa tenang menghadapinya. Pintu t

