Bahagia dan Sedih

1893 Words

Sudah hampir 1 minggu, Maria tinggal di kampung halamannya. Meski sesekali dia menemui ayah angkatnya dan berjalan-jalan di pagi hari. Bahkan kedua orang tua Maria sudah tahu, jika Tuan Burhan adalah Ayah angkat Maria. Mereka ikut bahagia ketika Maria memiliki seorang ayah yang memang memperdulikan Maria. Kali ini, Maria berjalan menelusuri perkebunan yang tak jauh dari rumah saudaranya berada, dia berniat akan mengunjungi saudaranya itu, jika sudah berjalan sore, sempat Maria terpikirkan untuk menelepon suaminya beberapa hari yang lalu. Namun dia urungkan ketika mengingat Juan sudah memiliki kehidupannya sendiri, yang bahkan tidak memerlukan kehadirannya. Maria kini berjalan tanpa menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya. "Neng Kamu hamil ya?" tanya seorang ibu menghentikan Mari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD