"Ini ... Kamu kapan belinya Sayang?" Anisa sibuk membuka bingkisan di atas tempat tidurnya. "Aku tidak beli," ucap Maria. "Hah? Kamu?" Anisa melihat Maria yang tertidur di atas tempat tidurnya. "Aku minta supirku membelikannya," jelas Maria. "Uuuunh kamu manis sekali Sayang! Apa suamimu juga akan datang kesini?" tanya Anisa. Maria terdiam, dia tidak tahu akan keberadaan suaminya setelah melihatnya di restoran bersama dengan Atika dan juga ayah mertuanya saat di pusat perbelanjaan tadi. Bahkan Maria tidak memberitahu pada Juan, jika dia berada di rumah pamannya saat ini. Terkadang dia terpikirkan untuk memberitahunya. Namun dia urungkan karena egonya yang mulai membesar, untuk diam tanpa banyak berbicara pada suaminya itu. "Kenapa kamu melamun?" Anisa membuyarkan lamunan Maria.

