Cukup lama Juan mencium Maria sehingga ia melupakan dirinya tentang Maria, yang kini sudah bukan siapa-siapa dia lagi. Saat Juan masih menikmati bibir yang sangat ia rindukan itu, tiba-tiba ada rasa asin dimana air mata Maria mengalir, membuatnya membukakan kedua matanya dan melihat Maria yang tengah menangis karenanya. Juan melepas ciumannya dan menatap Maria dengan penuh kerinduan. Ia melepas pegangan tangannya di tangan Maria dan memegang wajah mantan istrinya itu. Maria sama sekali tidak berbicara ataupun protes namun dia tidak berhenti meneteskan air mata dan menangis. "Maaf Sayang, maafkan aku!" Juan memegang wajah Maria yang berurai air mata dengan tatapan bersalahnya. "Lain kali, aku tidak akan mengulanginya lagi! Tapi aku tidak suka kamu memasang lipstik dengan pewarna sebany

