Kasih menatap apartemennya dengan tatapan kosong. Rangga terlalu memanjakannya dengan memberikan apartemen besar yang terasa begitu luas untuk dirinya sendiri. Satu hal yang dia sukai hanyalah lokasinya yang dekat dengan kampus. Sudah empat hari dia mencoba menyesuaikan diri, tetapi matanya masih enggan terpejam. Kasih melihat jam di layar handphonenya. Pukul 2 pagi, Bayu pasti masih sibuk bekerja di Indonesia. Perbedaan waktu 12 jam yang berat, seakan jarak masih belum cukup untuk memisahkan mereka. Tadi dia berbohong pada Bayu saat pria itu menghubunginya ketika istirahat siang. Dia bilang kalau dia sudah mengantuk dan akan segera tidur, tidak mau membuat Bayu khawatir. Bayu sangat khawatir pada Kasih yang masih sulit menyesuaikan jam tidur sedangkan Kasih sudah harus sibuk dengan p

