Keira menangis sesegukan di atap rumah sakit. Aldan pergi meninggalkan Keira 30 menit yang lalu. Mungkin Aldan pulang dan tidur di kasur empuknya atau entahlah, yang jelas. Dan Keira sudah setengah mati untuk bisa berdiri, tapi semuanya percuma. Kaki kirinya terasa semakin sakit dan kram jika digerakkan. Mau minta tolong tapi bingung minta tolong siapa. Mau teriak tapi percuma, nggak bakal ada yang denger. Mau nelpon juga nggak bawa hp. Arrggghhhhh !!!!! Suasana lebih cepat mencekam dan gelap. Rasa dingin juga sudah diputar tubuh Keira yang hanya menggunakan pakaian rumah dan jaket kulit milik Aldan. Langit gelap karena mendung. Dan sepersekian detik kemudian rintikan hujan mulai membasahi tubuh Keira. Kalau Biasanya Keira suka hujan, Kali ini Keira benci hujan. Menurut Ke

