"Bolehkah Papah melihat salah satu foto ayahmu?" tanya William kemudian. "Boleh, Pah." Mona segera meraih ponselnya dari dalam tas. Gadis itu pun menunjukkan salah satu foto terakhir ayah dan ibunya saat kelulusannya dulu. William memperhatikan foto tersebut. Tangannya bergerak menyentuh dadanya. "Ya Allah. Benar Andri teman SD-ku dulu," gumamnya. "Maaf aku malah baru tahu berita kematiannya," imbuh William. "Tidak apa-apa, Pah." "Dulu Andri selalu menolongku saat aku diganggu. Dia juga selalu mengajakku bermain," ujar William seolah menerawang kehidupan masa kecilnya. "Ya sudah. Sekarang sedihnya udahan. Aku nggak mau kamu sedih, Mona. Meski kedua orang tuamu telah tiada, tapi masih ada aku dan Papah," tutur Arsen lembut sembari membelai pipi halus Mona. Kali ini pria itu tak berpik

