Obsesi Arsen

1026 Words

Gadis itu kemudian menatap pria di hadapannya. Arsen dengan segera merebut kembali ponselnya. Pria itu puas menikmati ekspresi kaget sang kekasih. "Gimana? Foto-foto ini bagus, kan? Ini adalah harta karunku selama ini. Aku selalu menyimpannya supaya aku bisa terus memandangmu," tuturnya. Mona tak dapat berkata-kata. Dia masih terkejut. Ternyata pria itu memang serius padanya. Atau mungkin terobsesi? "Jadi kamu harus bertanggung jawab!" tuntut Arsen kemudian sembari menunjuk wajah kekasihnya. Mona tampak bingung. "Tanggung jawab apa?" protesnya. "Malam ini kamu tidur denganku. Di sini, di kamar ini, di ranjang ini," ucap pria itu tak tahu malu. "Nggak mau! Kita kan belum menikah," tolak Mona sembari menggeleng cepat. "Kalau gitu kita segera menikah. Aku kan memang berencana untuk men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD