Tuduhan Irene terhadapnya terus saja terngiang-ngiang di telinga Sherly, sehingga membuatnya sangat kesulitan memejamkan mata. Bukan hanya itu, perkataan Jacob dan membayangkan sesuatu yang akan terjadi besok pun tidak luput dari pikirannya. Rasa takut, gelisah, dan khawatir bercampur menjadi satu memenuhi hati sekaligus kepalanya. Sejak menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, entah sudah berapa kali dia mengubah posisi berbaringnya untuk memperoleh kenyamanan agar matanya bisa terpejam. Sayangnya tindakannya tersebut tetap tidak membuahkan hasil, malah matanya semakin sulit untuk dipejamkan. Merasa kesal pada dirinya sendiri, Sherly pun memutuskan untuk duduk sambil mengacak kasar rambut panjangnya yang tergerai menggunakan sebelah tangannya. Tanpa disadari oleh Sherly, tindakannya tersebut

