Tiara merasa seperti berada di dalam dongeng ketika Abimana duduk di seberangnya, wajahnya disinari oleh cahaya lilin yang lembut. Suara musik klasik yang mengalun pelan membuat suasana semakin intim, seperti hanya mereka berdua yang ada di dunia ini. Pelayan yang elegan muncul dengan senyuman, menuangkan sampanye ke dalam gelas mereka. "Selambut datang, Tuan dan Nyonya. Malam ini, kami telah menyiapkan hidangan spesial untuk Anda berdua." Abimana mengangkat gelasnya, menatap mata Tiara dengan penuh kasih sayang. "Untuk malam yang indah, dan untuk cinta yang lebih indah lagi." Tiara tersenyum, gelas mereka berdua berdenting lembut. Sesaat, mereka hanya menatap mata satu sama lain, lupa akan sekeliling mereka. Hidangan pertama tiba, aroma yang lezat mengisi udara. Abimana menjelaskan te

