Tiara mengerjap pelan, mencoba mengingat waktu terakhir ia tidur malam itu. Otot-otot di seluruh tubuhnya terasa pegal, tulang belakangnya seperti baru saja dipijat dengan keras, dan bagian pinggulnya berdenyut hangat setiap kali bergerak. “Aduh, badan aku kayak habis digilas truk,” gumam Tiara, mencoba meraih bantal dan mengguling ke sisi lain. Setiap gerakan kecil menimbulkan sensasi aneh di tubuhnya, perih dan nikmat bercampur jadi satu. Ia menatap sprei, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya yang masih terasa lemas. Saat menggapai jubah tidur yang tergeletak di ujung ranjang, Tiara sadar Abimana tidak ada di sampingnya. Matanya menatap sekitar, mencari sosok pria yang semalam membuatnya nyaris gila di atas kasur. Baru saja ia mengenakan jubah tipis itu dan melangkah

