"Sorry Rein, gue ngga bisa. Untuk masalah yang gue buat, gue minta maaf. Tapi, gue bakal pastiin hal-hal kayak gitu ngga akan pernah terulang lagi. Jadi, tolong jangan kayak gini. Gue sayang, gue cinta sama lo dan gue yakin, lo juga sama," tolak Jonathan. "Siapa bilang gue sayang dan cinta sama lo? Gue cuman nganggep lo sebagai temen dan ngga lebih," elak Reina. Meskipun ia merasakan apa yang Jonathan rasakan. Bahkan, ia tidak bisa menahan debaran jantungnya setelah memutuskan untuk menjauhi Jonathan. "Lo yakin ngga ada perasaan apa-apa sama gue?" tanya Jonathan memastikan. Sebenarnya bukan memastikan, tapi ia hanya meragukan pengakuan Reina. "I-iya. Jadi, lo bisa 'kan menghilang dari kehidupan gue. Kalo suatu saat nanti kita ngga sengaja ketemu. Entah itu di kampus, di jalan atau di

