Jonathan melangkah mendekat dengan posisi tangan yang tidak berubah, "Jadi, lo hasut mereka berempat buat apa?" tanya Jonathan dengan mimik wajah yang menakutkan. "Ngga, Jo. Gue ngga hasut mereka sama sekali," elak A dengan raut ketakutan. "Masa?" Ekspresi wajah Jonathan berbinar. Pemuda itu kian mendekat membuat A semakin menundukkan kepalanya, "Bener lo ngga hasut mereka, Sayang?" tanya Jonathan sambil mencengkram dagu A dengan keras. "I-iya, Jo. Gue cuman bilang kalo kita ngga bisa putus begitu aja," balas A menatap manik mata tajam Jonathan. Melihat manik mata Jonathan seolah menusuk jantungnya membuat A lekas kembali menunduk. Pemuda itu tersenyum, tapi senyumannya begitu menakutkan. Terlihat seperti seorang psikopat yang sedang bermain-main dengan mangsanya. "Lo bukan mau hancur

