Episode 47

1113 Words

Suara gebrakan pintu terus terdengar. Tangan dan kaki terus digerakkan karena A tak kenal lelah. Gadis itu terus berteriak meminta tolong dengan tangan yang tidak berhenti bergerak memukul-mukul daun pintu hingga telapak tangannya memerah. Rasa takut malam akan segera tiba membuat telapak tangannya tidak bisa merasakan sakit sedikit pun. Justru, telapak tangannya serasa mati rasa karena tidak berhenti memukul Duan pintu. "Please! Siapapun yang ada di luar, tolong bantu bukain pintu. Gue takut lama-lama sendirian di sini," rengek A sambil memukul daun pintu perlahan. Tenaganya sudah terkuras habis karena hampir dua jam berteriak meminta tolong. Tubuhnya mulai meluruh dan kini gadis itu berjongkok tepat di depan pintu. "Gue yakin semua penghuni kampus udah pada pulang. Mudah-mudahan aja a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD