** “Engh, Om. Ayo, Om. Jadi dimasukin.” Intan yang sedang menggelengkan kepalanya karena frustasi akan kenikmatan yang suaminya berikan, merasa tidak kuat lagi. Rasa penasaran melakukan yang lebih, semakin bekerja di ubun-ubunnya. “Kamu yakin, hem?” tanya Jonathan sambil terus melakukan pekerjaannya. Menyatukan diri mereka, tapi tidak benar-benar menyatu. Sebenarnya, Jonathan sendiri bukannya sok kuat. Lelaki dewasa itu jelas penasaran rasa ranumnya Intan yang menggodanya setiap hari. Tapi, karena dia ingin menghargai istrinya sebab tak ingin istrinya marah, dia terpaksa melakukan itu. Padahal, seharusnya Jonathan mudah saja memaksa perempuan. Bahkan, banyak kok wanita yang rela membuka pa ha demi lelaki itu kalau dia mau. Hanya saja, karena lelaki tua itu begitu setia, Jonathan ti

