Villa

2893 Words

** “Apa sudah boleh?” tanya Biantara kepada Viona yang sedang menyisir rambutnya. Pak Damar menyuruh mereka pulang saja karena kasihan dengan Dhio dan Viona yang belum benar-benar sembuh. “Boleh apa?” Viona menoleh, benar-benar tidak paham. Biantara merebut sisir Viona, agar istrinya fokus kepadanya. “Masa kamu nggak tahu sih?” Biantara terdengar kesal. Dengan entengnya, Viona menggelengkan kepalanya. “Ck. Ayolah, sayang. Apa cuma aku yang merasa tersiksa karena hukuman ini?” Lelaki itu mulai merengek. “Hukuman apa?” Viona menatap Biantara dengan menahan tawa. Sumpah demi apa, Biantara benar-benar mirip dengan Dhio saat merengek. “Kita sudah berapa lama nggak melakukan itu, Vi. Kepalaku udah cenat-cenut ini.” Viona terkikik kecil. Dia mulai paham arah pembicaraan Biantara. “Apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD