Sebulan semenjak menginjakan kaki dikota sakura ini , tidak ada yang berubah dalam hidup ku , aku tetap sering melamun , dan terkesan menjauhkan diri dari dunia luar , bahkan saat disekolah pun , aku tidak mau berteman dengan siapa pun .
**
Aku duduk termenung di balkon sembari melihat salju yang turun dengan indah .
" den , den , ini ada telpon dari Indonesia katanya mau bicara dengan Aden " Mbk Lastri lari tergopoh-gopoh seraya membawa telpon ditanganya
"halo" sapaku
" Halo selamat siang , den Adam saya asisten yang berkerja untuk memata-matai nona Aina , saya membawa berita baik den , non Aina sekarang sudah sadar dari koma , keadaan nya juga sekarang lebih membaik !!" seru suara diseberang sana , seketika senyum ku merekah , bahagia dan sedih . Bahagia karena Aina sudah sadar dan sedih karena aku tidak ada disampingnya .
" terima kasih , terus pantau keadaan Aina !" balas ku dengan semangat
" baik den ,, pip " kuputuskan sambungan diseberang sana .
***
mood ku saat ini benar-benar baik setelah tau Aina sadar , aku tidak lagi termenung .
Apalagi setelah aku meminta asisten papa untuk diam-diam mengambil foto Aina , aku jadi tersenyum sembari melihat jepretan hasil asisten papa ku itu , walau tidak terlalu jelas , tapi sudah cukup puas untuk ku pandangi