Pernikahan/Revisi

1199 Words
Beberapa hari sudah terlewati setelah kejadian di mall kal itu. Tibalah hari pernikahan Luna dan Agam. Pernikahan pun dilangsungkan dengan tertutup, hanya kerabat dan kolega penting saja yang di undang. Setelah ijabkabul selesai, malam harinya di adakan acara resepsi di sebuah resort yang berada Bali . Para tamu pun terkesan dengan kemewahan dekorasi dan menu makanan yang ada di pesta ini. Luna yang sangat anggun dan terlihat semangkin cantik dengan gaunya, malam hari ini terlihat sangat serasih bersanding Agam, yang terlihat lebih tampan menggunakan jas hitamnya. Tak sedikit pula yang memuji keserasian mereka, raja dan ratu semalam ini. Dengan senyum yang di paksakan, tidak luntur sedikit pun. Luna menyambut ucapan selamat dari para tamu yang hadir di pesta. Senyum Luna mengembang saat melihat sahabatnya Adel hadir di antara para tamu yang ada di pesta ini. "Oh my good! Lun nggak nyangka gue lo nikah secepat ini. Sama CEO terkenal pula, congrats ya untuk pernikahannya, lo masih tetap kuliah kan Lun setelah ini?" tanya Adel setelah melepas pelukanya. "Masih Del aku tetap kuliah, suami dan Mami mertua aku izinin buat aku tetap kuliah," jawab Luna denga senyum sumeringah. "Bagus deh kalau gitu gue kira bakal nggak bareng lo lagi di kampus, sedih dong gue kalau enggak bareng lo lagi. Cuma lo sahabat terdekat gue dan lo yang berteman bukan karena memandang ke kayaan Lun," lirihnya, memeluk Luna kembali. Sama halnya dengan Luna, Agam pun kehadiran tamu yang bisa dibilang partner solid-nya dalam bersenang-senang. "Wow, wow seoranga Agam Suchad yang terkenal suka mempermainkan wanita dan tidak mengenal apa itu cinta, mengejutkan para partner setannya, dalam hal bersenang-senang dengan mendadak menikah seperti ini," celetuk Aldo. Agam pun di buat jengah dengan perkataan Aldo, temannya itu. "Bacot lo, merusak kebahagian gue di hari ini tau nggak ckh." "Santai dong Gam, congrats ya buat pernikahan lo turut bahagia gue akhirnya lo married juga, cantik pula istri lo. Langgeng terus pernikahan kalian," ucap Aldo menepuk bahu Agam. "Hemm thank Do, enjoy the party." Malam semakin larut. Pesta pun telah usai para tamu sudah pada pamit dari pesta itu, tinggal para kerabat yang masih tinggal di resort ini. Setelah pamit kepada mami dan para kerabat. Agam dan Luna beranjak untuk ke kamar mereka. Setelah berada di kamar Agam mengambil handuknya, masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sedangkan Luna berusaha keras membuka resleting gaunnya namun tanganya tetap tidak bisa menjangkau resliting gaunya, sampai Agam keluar dari kamar mandi yang melihat Luna sedang kesusahan dia ingin membantu membuka resleting itu namu tangannya di cekal oleh Luna. "Ma ... mau apa kamu Gam!" Luna bertanya dengan sedikit memundurkan tubuhunya. "Mau membantu kamu membuka resletihing gaunmu, memangnya kamu mau tidur dengan menggunkan gau itu!" ujarnya. "Em ... baiklah tolong bukakan resletinya." Agam membuka resleting gaun Luna dengan perlahan, dia mempunyai niat mengerjai Luna dengan menghembus dan mengecup tengkuk Luna, hal itu membuat Luna merasakana sensai aneh yang terjadi di tubuhnya. Setelah merasa bisa menjangkau resleting dengan tanganya sendiri Luna kabur masuk ke dalam kamar mandi, Agam pun terkekeh melihat kelakuan Luna. Tidak lama Luna pun selesai mandi. Dia naik ke ranjang memunggungi Agam yang dia kira sudah tertidur, karena kelehan seharian berdiri Luna tertidur setelah tidak lama membaringkan tubuhnya di ranjang. Ternyata keusilanya mengerjajin Luna tadi berdampak bagi dirinya sendiri, Agam terangsang karena ulahnya mengerjai Luna. Karena rasa sakit menahan hasrat yang tidak dapat tersalurkan, Agam pun bangkit dari tidurnya lalu masuk ke kamar mandi. Suara gemericik air membuat Luna terbangun dari tidurnya dia berbalik kesamping, melihat Agam yang tidak ada di sampingnya tidak lama Agam keluar dari kamar mandi. "kamu kenapa mandi lagi, bukannya belum lama kamu selesai mandi?" "Gerah jadi aku memutuskan untuk mandi lagi," "Ac menyala kenapa kamu kepanasan, kamu sakit Gam?" tanya Luna yang semangkin bingung. Luna pun heran dengan tingkah laku Agam yang menurut dia aneh. "Sudah tidurlah jangan pikirkan aku apa kamu tidak lelah!" "I ... iya baiklah aku tidur lagi saja." Luna menarik selimutnya kembali lalu memejamkan matanya. Agam dan Luna, terlelap masuk ke alam mimpi mereka. • • • Pagi-pagi sekali pengantin baru dan yang lain kembali ke Jakarta. Pasalnya pukul 10:00. Agam ada meeting penting di kantornya. "Mi, besok Agam dengan Luna akan pindah ke apartemen ku," tutur Pria dingin itu sembari menikmati breakfast yang di sediakan di jat pribadi yang mereka naiki ini. "Kenapa tidak tinggal disini saja bersama Mami Gam, biar Mami dan adik kamu tidak kesepian." "Mami kan bisa menginap di apartemen Agam kapan pun yang Mami mau," imbuhnya lagi. "Baiklah kalau itu keputusan kamu mami tidak bisa memaksa." Mereka sudah sampai di Jakarta, setelah berbasa basi, pasangan pengantin itu pamit ke kamar mereka, Agam memilih untuk beristirahat kembali sembari menunggu untuk pergi kekantor. Sementara Luna berbenah barang-barang yang di bawa dari Bali. _____________¥_______________ Matahari sudah semakin meninggi, kini Agam sudah kembali.bersiap untuk pergi kekantor. "Kamu jadi kantor hari ini baru sehari menikah sudah balik bekerja, kapan kalian bulan madu kalau kamu sibuk seperti ini terus," celetuk Lestari, saat sang anak pamit ke kantor padahal ini hari pertama setelah pernikahan "Di kantor lagi banyak kerjaan yang harus Agam tanganin sendiri Mi." "Nanti Agam atur jadwal kapan Agam bisa cuti, ya sudah Agam berangkat dulu Mi," imbuhnya lagi. Luna beranjak dari meja makan mengantarkan Agam sampai ke depan rumah. Sebelum masuk kedalam mobil Luna mengambil tangan suaminya itu lalu mencimumnya, Agam terperanjat karena tindakan Luna yang dirasa aneh baginya mendapat perlakuan seperti itu. "Em ... aku pergi dulu ya," ucap Agam dengan menggaruk tengkuknya karena situasi canggung ini. "I ... ya," jawabnya tertunduk. Mobil pun melaju, setelah tidak terlihat lagi Luna masuk kedalam rumah. Mendakati waktu makan siang Luna menghampiri Mami Lestari yang membaca majalah di ruang tamu. "Mi mau makan apa untuk makan siang kita, biar Luna masakin?" tanya Luna. "Niatnya Mami mau masak ayam betutu, dendeng balado, tumis caisim Lun," jawab Lestari setelah menutup majalahnya. ________________¥_______________ Lestari memberi tahu Luna cara memasak makanan yang disebutkan tadi, dia juga memberi tahu makanan apa saja yang disukai dan yang tidak disukai Agam. Masakan selesai. Lestari meminta Luna menghubungi Agam untuk mengajaknya makan bersama. Agam mengiakan ajakan Luna, 15 menit lagi dia akan sampai ke rumah, ucapnya setelah itu sambungan telphone terputus. "Mari makan! Gam cobain masakan Luna," ucapan Lestari membuka piring di depanya. Agam mulai mengunyah makannya, kemudian dia menghentikan kunyahannya. Luna dan Lestari pun menatap lekat ke arahnya. "Kenapa Gam, ada yang salah dengan makanannya?" tanya Lestari. "Entahlah, seperti ada yang kurang, kalian lanjut makan saja aku mau mandi." Raut wajah Luna berubah menyadari Agam tidak suka dengan masakanya, dia pamit ke kamar beralasan untuk menyiapkan pakaian ganti Agam. Lestari menyusul Luna untuk melihat Luna dia tau pasti menantunya itu sedang bersedih. Melihat Lestari menghilang dari pandangan-nya Agam melanjutkan makanya kembali bahkan dia terlihat lahap sekali. Enak sekali masakanya, ini lebih enak dari masakan Mami. Luna dan Mami balik lagi ke meja makan, mereka terkejut melihat lauk yang sudah habis. Lestari pun bertanaya mana lauknya. Agam berbohong kalau dia beri makan kucing di depan rumahnya, lalu tergesah masuk ke kamar tidak mau di ketahuan berbohong. "Mau berbohong, lihat tadi nasi yang menempel di ujung bibirnya dasar nakal!" gumam Lestari setelah kepergian Agam. Luna menarik keatas sedikit garis bibirnya, mengetahui masakan yang dia masak ternyata dimakan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD