TUTUP RAPAT

1009 Words

Jelita tergelak. "Ayamnya enak. Selain itu, gang ke arah tempat kos ku di depan situ. Tidak jauh. Jadi ke sini tinggal berjalan kaki saja." "Oh iya ya..." Pram berpura pura tidak tahu. Ia kemudian menatap Jelita dengan serius, "Mmm... Ka... Kamu kos?" Jelita mengangguk, "Iya...." Dengan polosnya ia bercerita, "Ibu kos ku baik sekali. Bahkan, nanti, setelah anakku lahir, aku diperbolehkan menempati lantai dua rumahnya dengan sewa yang tidak terlalu tinggi." "Ohh..." Pratama terenyuh. Apa Jelita tinggal sendirian? Dia single mother? Kemana suaminya? Ia memperhatikan kalau di jari manis Jelita tidak ada cincin yang melingkar. Akhirnya, Pram memberanikan diri untuk mempertanyakan hal yang mengusiknya. "So... Sorry... Tapi... Suamimu ke... Kemana? Kamu sendirian?" Jelita mengatupkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD