PART 17

1199 Words

Tephie berguling malas di kasurnya, semalam dirinya kembali menginap di rumahnya. Semakin dekat hari rencana pernikahannya, Tephie ingin tinggal di rumahnya saja, menikmati kamar kesayangannya sebelum melepas masa lajangnya. Tephie beranjak dari kasurnya saat ada suara ketukan dari pintu kamarnya, berjalan dengan keadaan setengah mengantuk. "Kebiasaan kakak kalau hari minggu--" ucapan Edo terpotong saat Tephie memeluk Edo. "Jangan berisik adik manis, gue masih ngantuk," Tephie menyandarkan kepalanya di bahu Edo dengan tangannya memeluk pinggang adik bungsunya ini. Tinggi badan Tephie hanya sebatas telinga Edo, Edo memang mengikuti tinggi Papanya. "Ngga sambil berdiri juga kak, pegel nih," Edo menyeret kakaknya yang mulai terlelap kembali masuk kamarnya. "Ih Edo mah ganggu orang tidu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD