Rumah asing... Adrian membukakan pintu mobil bagiang penumpang, agar Jasmine melangkah tanpa ada rasa takut. Menggenggam dokument penting masa lalunya. "Adrian, home sweet home." Adriana memeluk Adrian tanpa ada balasan. "Aku menemuimu, ingin membicarakan hal penting, bisa kah kau menelfon Mark?" tanya Adrian, membuat Adriana melepaskan pelukan mereka. Ucapan Adrian barusan, seperti babak baru pertempuran segera dimulai. "Ayo masuk, kita bicara didalam." Adriana memasuki rumah, melewati lukisan etnik sejarah Eropa. Membawa Adrian ke ruangan kerja. "Bisakah wanita ini menunggu diluar? aku tidak ingin dia mendengar semua pebicaraan kita!" tegas Adriana. "Maaf, Jasmine istriku. Dia harus mendengar, karena semua menyangkut tentang dia." Adrian menggenggam erat tangan

