Saat Viola terpisah dari Alex, Yogi segera mendekati dan menahannya. “Vio, tunggu!” serunya. Menahan pergelangan tangan Viola. “Yogi?” Berusaha melepaskan cengkraman tangan Yogi dari tangannya. Karena Viola harus segera menemui kedua kakak iparnya. Agar ia bisa menyusul Nuri ke rumah sakit. “Tunggu sebentar, Vio. Aku mohon,” pinta Yogi. “Oke, lima menit.” Viola segera melepaskan tangan Yogi, saat merasakan genggaman tersebut melonggar. “Katakan!” ucapnya lagi. “Aku tahu ini sangatlah tidak tepat. Karena statusmu saat ini adalah istri orang lain. Tapi, aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu, satu hal yang sudah kupendam dari dulu. Dan seharusnya aku berani mengungkapkannya padamu.” “Gi, jangan berbelit-belit. Aku tidak suka itu. Katakan saja langsung, aku tidak memiliki banyak wak

