“Dimana, Alex?” tanya Bayu. Begitu Nuri muncul di balik pintu. “Masih di dalam kamar. Tapi di dalam ada dua orang lagi. Sepertinya pasangan suami istri,” sahut Nuri. “Pasti Adrian dan Kirana.” Bayu mengusap pucuk kepala Nuri. Siapa lagi yang dipercaya oleh Alex, kalau bukan kakak dan kakak iparnya tersebut. “Duduklah disini, ada yang ingin aku sampaikan.” Menepuk tempat kosong di sampingnya. Nuri mengangguk dan ikut duduk. “Aku sudah berbicara kepada ayahmu. Dan beliau setuju. Namun, ada kesepakatan yang harus aku penuhi.” Bayu mengeluarkan dompet dari saku celananya. Lalu ia mengeluarkan sebuah kartu debit. “Pakai ini untuk semua kebutuhanmu. Apapun itu memang tidak banyak. Tapi aku rasa cukup untukmu.” Nuri menerima kartu tersebut. “Untukku?” Bayu mengagguk. “Benar. Itu untukmu

