Author POV “Hai?” sapa Mario pagi itu sewaktu berpapasan dengan Maugy di bawah tangga. Maugy balas tersenyum, seperti biasa. “Mata lo bengkak gitu, nangisnya begadang, ya?” tanya Mario mengekori Maugy yang berjalan menuju meja makan. “Hmmm, lebay, ya, gue?” Maugy balik nanya lalu menarik kursi dan duduk menopang dagu. “Nggak kok. Itu lebih baik dari pada diam-diam. Gimana sekarang?” Mario membuka tudung saji. Menyodorkan sepiring nasi goreng ke hadapan Maugy. “Hehe, baik, kok.” Maugy tersenyum paksa. “Ih, tumben ada nasi goreng pagi-pagi gini. Biasanya, kan, Mama nggak sempat bikin sarapan…” ucapnya lalu menyuap sesendok nasi ke mulutnya. “Itu gue yang bikin…” kata Mario sambil tersenyum manis. Maugy mendongak, mengatup mulut dan memandang Mario dengan satu alis terangkat.

