24. Lyssa dan Rainier

2203 Words

Di tengah hiruk pikuk kota malam hari, Rainier melajukan mobil. Suara radio sayup-sayup menemani perjalanan pemuda tersebut. “Beritahu mereka untuk membuka gerbang, aku dalam perjalanan,” kirim Rainier via voice note. “Ya,” balas Simon. Keluar dari keramaian kota, Rainier berbelok ke jalanan sepi Forestein. Berhenti untuk meng-scan kartu di pos sekuriti. Sebelah kiri dan kanan jalan kini hanya gelap dan gelap. Kerlip lampu jalan, menerangi di antara rimbunan pohon cemara. Suara hewan malam menemani perjalanan. Jalanan berubah menanjak, menanjak dan terus menanjak, rumah besar dengan paduan kayu dan batu di atas bukit mulai terlihat. Rumah itu, Rainier beli dari ayahnya. Untuk Lyssa. Butler dan pelayan sudah menunggu di depan gerbang, menyambut tuan mereka yang lama tak berkunjung.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD