54. Tidak Terlalu Penting, Bisa Skip Baca

4623 Words

Sudah hampir satu tahun Lyssa baikan dengan mertuanya. Mama Ratih benar-benar seperti yang pernah Kak Stephanie bilang, sangat baik dan penuh perhatian. Rainier dan kedua saudaranya bergantian tinggal dengan orang tua mereka. Saat tak sedang giliran Lyssa pun Lyssa sering main ke tempat Mama Ratih. Mama Ratih sekarang sering mengajak Lyssa arisan atau jalan-jalan bareng. Seperti hari ini, Mama Ratih mengajak Lyssa jalan-jalan ke galeri favorit beliau. “Mama nggak capek dari tadi jalan pakai high heels terus?” tanya Lyssa. Mama Ratih melirik menantu nomor tiganya, elegan memundurkan kacamata yang dia kenakan. “Beauty is pain,” – Cantik itu sakit, kata beliau. Lyssa tertawa. Bahagia memeluk ibu mertuanya. Masih dengan nempel bak lem di lengan mertuanya, Lyssa megikuti Mama Ratih berkel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD