“Senior Kwan datang!” bilang Rainier. Musik ceria langsung berhenti, berganti dengan musik dengan ketegangan. Bisik-Bisik kerumunan terdengar hening meski dalam keramaian. Rainier dan banyak para tamu yang lain berdiri menyambut senior mereka. Wajah Rainier terlihat sumringah, senyum lebarnya tertahan oleh rasa hormat begitu Senior Kwan melangkah masuk ke dalam ruangan. Lyssa malas-malasan ikut berdiri. Yuda dan Raja kepo ikutan berdiri, kedua bocah itu celingukan melihat kanan dan kiri. “Setidaknya aku harus menunjukkan rasa hormat pada lelaki yang sudah banyak membantu suamiku,” kata Lyssa. Rainier tertawa senang. Dia kecup Lyssa di pipi. Terlihat di kejauhan, Senior Kwan dengan wajah datarnya menyalami para pengantin. Leo dan Ragil terlihat pucat pasi di depan. “Oh? Itu anaknya

