Part 22

2786 Words

Setelah Nayla kembali dari supermarket, ia langsung memasak makanan untuk Fatan. Sebentar lagi Fatan akan pulang, jadi dia dengan segera menyiapkan nya. Tak lama setelah masakan Nayla selesai, Fatan pun pulang. Ia langsung menuju meja makan karena menciumi aroma masakan Nayla. "Hhmm, jadi lapar nih," ujar Fatan seraya memeluk Nayla. "Kalau lapar makan kak, bukanya meluk." "Gak papa kali, kangen soalnya." "Alasan doang itu mah, baru tadi aja ketemu masa udah kangen lagi," ujar Nayla. "Ya soalnya kamu itu ngangenin sih." Fatan mencubit hidung Nayla membuat gadis itu meringis. "Ihhh, sakit tau kak." Nayla mengusap hidungnya yang dicubit oleh Fatan. "Uluhluh, sakit ya? maaf," ujar Fatan sok merasa bersalah. "Yaudah kak Fatan makan gih, nanti keburu dingin makanan nya." Fatan pun langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD