Sadin menyingkap sedikit gorden jendela kaca kamarnya, niat hati mengintip kesibukan yang sudah berlangsung sejak semalam tadi. Matahari sudah meninggi, tanpa terasa jarum jam sudah menunjuk pada angka 8 pagi. Pada hari normal, biasanya jam segitu Sadin masih di jalan sehabis mengantar Mika sekolah. Tapi hari ini, pada hari spesial ini, Sadin sudah cantik dengan kebaya putih membalut tubuhnya. Yah, hari ini akhirnya datang juga. Sungguh Sadin sudah menghapus impian pernikahan dengan pujaaan hati bertahun - tahun lalu. Sebelum Duta kembali, dan membelokkan semua rencananya. Sebenarnya bukan acara besar ala orang kaya pada umumnya, mereka hanya mengelar prosesi akad nikah sederhana dengan mengundang keluarga terdekat saja, dan itupun diadakan di rumah keluarga Sadin. Dalam hal ini kelua

