Bab 32 Lamaran Yang Dinantikan

2835 Words

Bahagia itu tidak selalu berupa senyum dan tawa, makan dan kenyang, atau uang beserta cara kita menghamburkan. Jauh berbeda dari semua itu, kebahagiaan bagi Duta lebih sederhana. Bagi Duta, bahagia itu ketika Sadin dan Mika berada dalam jangkauan matanya. Duta bisa melihat sendiri mereka tertawa, dan memastikan mereka baik - baik saja. Duta sedang meneguk pelan - pelan minuman hangat dalam cangkir keramik yang disuguhkan Sadin beberapa waktu lalu, menikmati setiap tegukan yang mengaliri tenggorokan. Senikmat pemandangan dihadapannya. "Mereka terlihat lebih baik," suara berat itu masuk ke telinga Duta. Duta menoleh, pada Papa Sadin yang duduk di kursi sebelahnya. Sore itu mereka duduk di teras rumah menghadap ke arah yang sama dengan hanya dibatasi sebuah meja kayu bundar berukuran kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD