Lany menghidangkan dua omelet keju di atas meja makan untuk dirinya dan Sebastian. Kemudian Lany duduk di samping Sebastian yang setia menunggu dirinya selesai masak. "Jadi, siapa laki-laki tadi?" Sebastian bertanya seraya meraih sendok dan garpu. "Kak Fredi. Dia anak pemilik cafe sebelum aku. Dia menawarkan diri untuk bekerja di cafe. Sekarang dia jadi kepercayaan aku untuk mengurus cafe." Lany menjawab dengan jujur. "Oh. Lalu, mau apa dia datang ke sini tadi?" "Oh itu. Kak Fredi mengajakku untuk berangkat bareng ke cafe. Aku sudah menolaknya dengan alasan aku sedang sibuk." Sebastian manggut-manggut mendengar itu. "Dia menyukaimu?" Sebastian bertanya penasaran. "Entah. Tapi orang-orang berkata seperti itu. Sayang, dia bukan tipeku. Aku hanya menganggapnya teman saja. Selama ini in

