"Bang, besok mau pakai jas yang mana?" "Terserah kamu saja bidadariku, aku ikut saja." "Yakin ikut saja, nggak mau usul mau pakai yang mana?" Aku mengerucutkan mulutku. Abang Umar melihat ke arahku lalu berjalan menghampiri dan memeluk tubuhku dari belakang. "Ada apa dengan kamu bidadariku?" "Aku kesal padamu Bang. Bisa-bisanya dokumen perjanjian sudah jadi dan kamu sudah siapkan rumah untuk Aisyah dan Arfa tapi tidak menduskusikannya terlebih dahulu denganku. Padahal biasanya kamu selalu bertanya padaku dan aku yang akan menentukan pilihan." Aku melepaskan pelukkan Abang Umar perlahan, berbalik, dan berhadapan dengannya. "Bidadariku, kamu tidak biasanya seperti ini. Aku melakukan hal tersebut dan tidak menanyakannya terlebih dahulu padamu karena kamu terlihat sibuk akhir-akhir in

