BAB 58

1012 Words

PONSEL Farid bergetar. Mungkin ibunya. Sepeninggal Ratna, ibunda Farid kembali rajin mengingatkan makan, salat, istirahat, dan hal-hal lain seakan-akan Farid masih bocah berusia lima tahun. Yah, Farid maklum bagi orang tua, anaknya tetaplah anak-anak. Farid baru saja akan mengangkatnya, tetapi getaran itu keburu diam. Tidak jadi mengeluarkan benda pipih produksi Cina, Farid kembali berkutat pada  pekerjaannya. Dia menghela napas panjang ketika pintu diketuk. Siapa lagi yang mengganggunya? "Masuk!" Mila biasa setor muka dan senyum jail jarang lepas dari wajahnya. Jika siang ini mukanya ditekuk jadi tujuh seperti pakaian belum disetrika, jelas ada yang keliru.  "Ada tamu, Mas. Cari Mas Farid," ucap Mila cemberut. "Siapa?" Giliran Farid yang mengerutkan kening. Seingatnya dia tak membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD