BERKALI-KALI Bianca menelepon Albizar, berkali-kali juga berakhir dialihkan pada operator. Napas Lithania terputus-putus. Panik, Bianca menggendong bayinya sambil menangis. Siapa yang dapat menolongnya dalam keadaan segenting ini? Farid! Ya, bukankah laki-laki itu mengatakan akan membantunya? Tanpa pikir panjang, Bianca menelepon Farid. [Asalam -- ] "Farid, tolong aku sekarang!" potong Bianca kebingungan. "Litha, Wid. Dia sesak napas." [Oke, aku minta hotel memanggil taksi. Kamu tenang saja. Sebentar lagi aku jemput.] Farid membuktikan janjinya, lima menit kemudian dia muncul di depan pintu kamar Bianca. Dalam keadaan normal, mungkin Bianca akan mengagumi betapa cekatan dan gesitnya Farid. Tetapi untuk sekarang, dia berkelahi dengan waktu. Taksi pesanan Farid menunggu di lobi. Lithan

