BAB 20 - Serangan Tak Terduga

1445 Words

Siang itu lalu lalang orang-orang di lobby menatapku yang berjalan menuju ruangan Adit. Tadinya, aku  menyuruh  Rara  atau Ansell ke ruangan Adit  tapi mereka nggak mau dengan alasan  Adit akan kecewa  kalau  yang datang  mereka. Alasan macam apa itu?  Saat aku masuk ke ruangan Adit aku melihat seorang wanita dengan blazer merah duduk di depan Adit.   “Masuk, Nik.” Seru Adit.  Aku menyerahkan berkas laporan kepada Adit tanpa mengatakan apa pun. Lalu aku menyadari sesuatu kalau  pandangan wanita itu tertuju padaku. Aku menoleh padanya dan dia tersenyum padaku. Aku  membalas  senyumnya  ala kadarnya. Aku lagi nggak bisa diajak untuk tersenyum ataupun diajak ngobrol. Aku butuh moodboster. Dan moodboster terbaik adalah minuman dingin atau es krim atau kopi dingin. Ya, semacam itu.  “Ini ud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD