authour pov
Sudah 2 hari mereka bertiga di rawat di rumah sakit , dan hari ini serly, bik darmi dan juga cici telah di perbolehkan pulang, karena keadaan mereka semakin membaik dari hari sebelumnya. Reyhan dan yang lainnya mengantarkan bik darmi dan juga cici untuk pulang sampai ke rumahnya.
“terima kasih ya tuan , nyonya, buk, sudah mengantar kami sampai di sini, semoga tuhan membalas semua kebaikan kalian, “ doa bik darmi
“amin, “ jawab mereka bersamaan “kalau begitu kami pamit ya bik, cici, “ ucap reyhan
“ia tuan, hati-hati”
Reyhan pun melajukan mobilnya, merekapun langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah. Serly di suruh hanya istirahat, tidak boleh melakukan apapun. Semua sudah di kerjakan oleh pembantu reyhan. serly di perlakukan layaknya seperti seorang tuan putri.
***********
“sayang, kalau begini terus , aku bosan , karenakan aku udah kebiasaan bekerja, jadi kalau begini hmmm,… gak kuat sayang” jelas serly sambil melendet di bahu reyhan
‘sayang, kan buat seminggu aja, biar kesehatan kamu kembali pulih total” sahutnya
“bosen yang, belum lagi aku kamu suruh ambil cuti, kan gak ada yang harus aku lakukan, masa’ di kurung di rumah aja, kan gak enak” ucapnya sedikit kesal
“sayang, please kali ini dengerin aku ya, ini demi kamu “ tambah reyhan sambil memegang erat bahunya dan memandang wajah serly memohon
“tapi kan….. “ belum habis ucapan serly, reyhan langsung menyambar bibir yang sudah lama reyhan rindukan itu, di kecupnya dengan sangat manis, pelan dan sangat berhati-hati. Namun reyhan kaget saat serly, merespon kecupan reyhan yang lembut itu secara langsung, serly mengambil alih kendali, di emutnya kembali bibir reyhan yang juga sangat ia rindukan itu. Di emut dan di lahapnya dengan sangat rakus. Seperti sedang kelaparan. Maklum sudah lama menahan rindu yang teramat berat. Serly memainkan lidah nya di hampirinya satu persatu gigi reyhan, seperti sedang megabsen.
Niat reyhan hanya mengecup bibir yang tak mau diam itu, tapi akhirnya, rindu tetaplah rindu, siapa yang tahan menahan rindu berat yang sedang menggebu-gebu. Keduanya terbuai dan terhanyut dalam kenikmatan surge dunia. Pandangan keduanya penuh napsu, yang sudah memuncak di atas ubun-ubun. Keduanya harus menyelesaikan kegiatan melepas rindu itu. Seakan mereka lupa hal apa yang baru saja telah mereka lalui.
Reyhan, sudah dari tadi memaju mundurkan kejantanannya itu di lubang inti kepunyaan serly. Reyhan melakukannya secara perlahan. Keduanya sama -sama mendesah dan mengerang.
“hmmmmmm,……”deraman reyhan menggema di kamar mereka.
“ahhhh,….” Begitu pula desahan serly
Keduanya terbuai, mabuk cinta . mabuk akan kenikamatan yang mereka ciptakan sendiri.
Serly hampir sudah dua kali melakukan o*****e, namun reyhan belum juga menuntaskan orgasmenya, dirinya menarik serly agar berbalik membelakanginya. Reyhan memasukkan kejantanannya dari arah belakang, membuat serly mendesah sangat kuat dan kencang.
Reyhan memaju mundurkan kejantanannya semakin cepat dan cepat sehingga membuat serly semakin kelimpungan, dia sudah tak sanggup lagi menahan klimaksnya yang sudah hampir memuncak.
“ah, ah sayang ah,……”
“hmmmm,….aaaaggrhhhhh”
Mereka sama-sama mendesah dan juga mengerang, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak klimaks itu.
Reyhan menarik penyatuan itu, tubuhnya terjatuh di samping serly yang masih tengkurap. Serly dan reyhan terlihat Lelah sekali. Mereka sama-sama memejam kan mata di bawah selimut.
**********
Reyhan dan serly di minta untuk datang ke kantor polisi , sesampainya di sana, mereka di berikan kabar yang sedikit kurang mengenakkan.
“maaf pak, melihat kondisi diandra sekarang ini, terpaksa kami membawanya ketahanan khusus orang gila, melihat kondisi kejiwaan dia saat Ini akan dapat membahayakan tahanan yang lainnya, bahkan membahayakan dirinya sendiri” jelas salah satu polisi
Reyhan dan serly sangat kaget, mereka sangat menyayangkan , seharusnya keadilan harus di tegakkan diandra, harus merasakan di tahan di jeruji besi, namun sayang tuhan berkata lain, dia malah memberi diandra azab yang begitu pedih. Diandra dinyatakan mengalami stress atau masalah gangguan kejiwaan , hal ini mungkin sudah lama terjadi padanya , namun puncak stresnya bertambah parah ketika harus menyaksikan brams harus meninggal dunia, akibat sebuah tembakan karena dia berusaha kabur dari kejaran polisi.
Diandra pun di pindahkan ke sel tahanan khusus orang-orang kurang sehat kejiwaannya.
Sebelum di pindahkan, reyhan dan serly meminta pihak berwajib untuk mengijinkan mereka menemui diandra walaupun dari kejauhan.
Serly menitikkan air matanya, dia teringat akan perbuatan diandra yang sudah menyebabkan kedua orangtuanya meninggal dunia , reyhan yang melihat hal itu, langsung memeluk serly, dan mengusap bahunya sebelah “sayang, kita harus belajar ikhlas, dan memaafkan, semua sudah takdir dari ALLAH SWT” jelas reyhan
“ia sayang, aku Cuma teringat mama dan papa” sahutnya
“ia, aku mengerti kesedihanmu, tolong maafkan dia, mungkin kalau kita memaafkan dia, pintu kesembuhan akan segera menghampirinya” tambah reyhan lagi
“ia, sayang kamu benar, semoga Allah membukakan pintu maaf baginya, dan memberikan kesembuhan buat diandra, melihat kondisinya saat ini begitu sangat menyedihkan” sahut serly
“ia kamu benar, ayo kita pulang” ajak reyhan
“ia, ayo sayang”
Reyhan dan serly pun meninggalkan diandra, yang keadaannya tampak sangat kacau, layaknya seorang yang lagi frustasi, menangis tiba-tiba, tertawa tiba-tiba, dan akan dapat mengamuk kapan saja, di mana saja, dan sama siapapun.
***************