author pov Pagi itu, serly meminta reyhan untuk mengantarnya menjenguk dara di rumah sakit. Sesampainya di sana, serly membersihkan tubuh dara, membereskan semua keperluan dara. “dar, cepat sadar, kamu tahu zey sudah bisa di ajak bercanda lo, kamu tantenya, jadi bangun lah” ucapnya sambil berlinang air mata. Serly berbicara pada dara, yang masih koma, dia yakin dan percaya sahabatnya itu bisa mendengar ucapannya, dia juga yakin suatu saat dara akan bisa bangun dan bisa berkumpul dengan dirinya. Selesai dari rumah sakit, reyhan membawa serly ke kantor polisi, karena sejak pulang dari rumah sakit, serly selalu meminta reyhan membawanya menemui pelaku penabrakan itu. Dan sejak saat itu pula reyhan tidak bisa mengatakannya pada serly secara langsung. Reyhan pun berusaha menguatkan hatinya,

