Restu

1504 Words

Sonya langsung bangkit dari duduknya, menahan papa dan mamanya agar tidak merusak acara. Ini hari yang penting bagi abangnya, bagi Amam. Dia tidak ingin hari ini menjadi rusak karena kehadiran orang tuanya. "Pa, Ma, tolong jangan masuk." Tetapi Artar tidak peduli, ia menyingkirkan tangan Sonya. Tatapannya penuh misteri, datar, menusuk, mengintimidasi, tetapi juga ada kehangatan. Artar terlihat gagah dengan setelan jas dan sepatu pantofel yang ia lepas di bawah teras rumah, menyisakan kaos kaki hitam polos. "Kenapa nggak boleh masuk?" Mendengar kekacauan di luar, d**a Seira bergemuruh. Dia mengintip dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi. Wajah Amam berubah pias, memerah, slemosinya naik. Di pikirannya Artar hanya akan merusak acaranya hari ini. Amam baru saja akan berdiri untuk me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD