Jajanan Pinggir Jalan

1448 Words

Rasanya Sonya berada di surga dengan asap-asap beraroma mantap masuk ke hidungnya. Kipas rotan yang digunakan untuk mengibas daging-daging tusuk yang dibakar terasa candu. Belum lagi yang berjualan bakso, seblak, sosis bakar, telur gulung. Ah, semua gerobak-gerobak itu rasanya ingin Sonya telan saja. Pusat jajanan malam ini ramai sekali. Gemerlap lampu dari gerobak-gerobak seperti menghidupkan jalan mati di sini. Sonya memutuskan untuk healing sejenak dari masalah keluarganya yang tidak kunjung berhenti. Anehnya satu nama yang muncul di kepala Sonya saat ia ingin menenangkan diri adalah Adrian. "Ayo beli! Jangan dilihatin aja!" Adrian menyadarkan lamunan Sonya. "Ih bingung. Pengen semua dong." Adrian tertawa tipis, senyumnya manis sekali, membuat orang yang melihatnya salah tingkah. "P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD