Sebenarnya Amam bingung mengapa Pak Wawan pulang lebih awal hari ini. Namun, kebingungannya terjawab saat ia tiba di rumah Pak Wawan. Beberapa buah motor terparkir di halaman, beberapa pasang sandal terhampar di depan teras rumah. Amam mendadak ciut. Ada yang aneh. Sebelum Amam bertanya lebih lanjut, Pak Wawan mulai menjelaskan, "Nayla dipinang oleh seorang laki-laki. Saya sebenarnya antara siap dan tidak siap mengingat Nayla masih SMA. Baru akan naik kelas dua. Bagaimana nasib sekolahnya nanti? Tetapi laki-laki itu bilang dia hanya akan melamar Nayla dulu, membuat ikatan, dia akan menikahi Nayla setelah usianya legal. Saya masih tidak setuju. Jarak khitbah ke pernikahan terlalu jauh, kan, Mam. Itu nggak pantas. Tapi ... Nayla mau, nggak keberatan. Walau pun saya sadar ada yang salah, tap

