BAB 39

1716 Words

Brian menggendong anaknya sebentar, satu jam lagi dia akan berangkat ke bandara dan rasanya sangat berat meninggalkan anaknya ini. "Kamu nggak telat nanti, buruan berangkat" ucap Zella. "Masih ada waktu satu jam la, aku bakalan kangen sama dia" ucap Brian dia masih menciumi pipi gembul anaknya. Iqy memang masih belum tidur karena ini masih jam enam malam, anaknya bahkan seakan akan tidak mau ayahnya untuk pergi. Dia memegang erat baju kemeja ayahnya dan menatapnya dengan senyuman di wajahnya. Tatapan mata tidak pernah bohong, apapun yang dilakukan oleh ayahnya tidak akan membuat anaknya membencinya. "Baik baik sama mamah sayang, kalau ada waktu nanti papah bakalan kesini" ucap Brian. 'Ah ya Tuhan kenapa berat banget untuk pergi dari sini' batin Brian lelah. "Udah Brian, ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD